Ia sudah berada disana ketika aku tiba, di seberang jalanan. Sikunya menyangga pada bagian depan sepeda motornya, menopang dagunya. Kepalanya sedikit mendongak dan senyumnya berkembang saat melihatku. Rambutnya yang bergelombang serta merta tertiup angin. Hari itu ia mengenakan sweater belang abu-abu dan merah yang cukup kontras dipadu dengan jeans birunya. Bahkan walaupun aku berada lima setengah meter darinya, keindahan itu sangat jelas terlihat. Aku menatapnya lekat, berharap bisa mengenangnya persis seperti itu dan menyimpan imajinya dalam otakku selamanya.
Aku tersenyum membalas, melambaikan tangan. Kemudian ia menghampiriku dan mengedipkan matanya.










- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact