Welcome to My Blog!

Terima Kasih sudah berkunjung :)
Saturday, June 28, 2014 0 comments

Satu Hari di Bulan Agustus





Ia sudah berada disana ketika aku tiba, di seberang jalanan. Sikunya menyangga pada bagian depan sepeda motornya, menopang dagunya. Kepalanya sedikit mendongak dan senyumnya berkembang saat melihatku. Rambutnya yang bergelombang serta merta tertiup angin. Hari itu ia mengenakan sweater belang abu-abu dan merah yang cukup kontras dipadu dengan jeans birunya. Bahkan walaupun aku berada lima  setengah meter darinya, keindahan itu sangat jelas terlihat. Aku menatapnya lekat, berharap bisa mengenangnya persis seperti itu dan menyimpan imajinya dalam otakku selamanya.

Aku tersenyum membalas, melambaikan tangan. Kemudian ia menghampiriku dan mengedipkan matanya.

Monday, June 23, 2014 0 comments

Don't stress yourself out



Mitch Felipe Mendoza
PHILIPPINE DAILY INQUIRER/ANN/MANILA

According to researchers Richard Lazarus and Susan Folkman (1984), stress can occur when pressure exceeds one's perceived ability to cope.

Studies show that stress can lead to heart problems, diabetes and even cancer. It is difficult to avoid stress; it will always come, especially if you allow it. But you can always learn how to deal with it.

Find time to identify sources of stress created by your own mind and habits, so you can continue your journey toward a well and healthy lifestyle.

According to the Social Readjustment Rating Scale developed by psychiatrists Thomas Holmes and Richard Rahe in 1967, the top 10 life events that greatly affect an adult's health are (in order): death of spouse, divorce, marital separation, jail term, death of a close family member, personal injury or illness, marriage, getting fired from work, marital reconciliation and retirement.

Sunday, June 22, 2014 0 comments

Garong



Dia selalu datang membawa bola-bola api yang dibungkus dengan kertas kado abu-abu mengilat, yang anti panas dan tidak bisa terbakar.
Senyumnya selalu mengembang, setiap dia membuka bungkusan dan mengambil bola-bola api yang besarnya seukuran apel Amerika.  Begitu satu bola api kuterima maka sontak tubuhku berubah menjadi semacam kristal bercahaya. Aku tertawa. Sangat senang. Bahkan bahagia. Aku pun berlari mencari kaca yang menempel di dinding rumahku. Aku tersentak. Wajahku tampak sangat cantik. Hidungku tambah mancung. Bibirku tampak indah merekah. Mataku tampak bercahaya. Gelambir lemak yang selama ini mengisi pipiku pun lenyap. Pipiku ramping. Puluhan ribu pori-pori di wajahku memancarkan cahaya. Oi, tubuhku juga makin sintal. Padat berisi. Aku seperti terlahir kembali menjadi perempuan paling cantik di dunia.

"Dari mana kau dapat bola api itu?" kutatap mata dia.

0 comments

Kursi Bernyawa



Ada sebuah sofa besar di rumah kakekku yang begitu tua dan antik hingga dapat disebut keramat. Kursi itu terletak di ruang tamu sehingga siapa pun yang berkunjung ke rumah kakek, otomatis akan melirik ke kursi itu terlebih dahulu. Lucunya, meskipun tidak ada yang melarang siapa pun untuk duduk di kursi itu, para tamu yang datang enggan menenggelamkan diri ke dalamnya.
Mungkin mereka menyadari kehadiran arwah-arwah yang bersemayam di kursi itu. Atau mungkin pula mereka takut ganti rugi jika kursi itu tiba-tiba rusak.

Nenek amat sayang pada kursi itu. Sewaktu aku kecil, ia sering bercerita kalau ibunya sering membacakan dongeng di kursi itu sambil memangku dirinya. Konon, aku juga pernah mendengar desas-desus bahwa nenek hampir batal kawin lari dengan kakek karena hatinya tidak rela meninggalkan kursi kesayangannya.

0 comments

I Kolok



Sudah subuh. Segala masih ditangkup kabut. Jika bukan karena bulan, mungkin sawah dan lembah di dinding bukit itu diterpa pekat. Dan karena cahaya bulan, dua sosok berdiri tegak di tengah sawah berair itu sedikit tersingkap, bergerak agak samar, sesekali membungkuk lalu tegak kembali. Ketika bulan bersinar terang karena tak terhalang awan, makin jelas sosok-sosok itu; seorang anak dan lelaki tua.
Mereka tak berbicara. Perhatian mereka hanya pada belut yang meliuk di sawah berair. Nampak lebih sigap dan kerap si lelaki tua mendapatkan tangkapan belut, menusuk hasil tangkapannya pada sebatang lidi janur dan memberikannya kepada anak itu. Mereka seperti tak hirau pada dingin, keremangan, dan kesunyian. Mereka cuma peduli pada belut-belut.

Pagi mulai terang dan mereka menyudahi perburuannya. Sebelum pulang, mereka singgah di pancuran di bawah bukit, telanjang membasahi sekujur tubuh tanpa sabun. Dingin yang bersisa di bawah bukit itu tak membuat mereka menggigil. Lelaki tua itu malah berendam berlama-lama di bawah genangan air pancuran.

0 comments

Turi-Turi Tobong

"Ini," San Sumo Kiring menyodorkan wadah, "tampung di sini!"
Baiklah, akan kuceritakan. Ketika itu, menjelang sore dan udara mengandung debu-debu hangat. Kami dipaksa buang air kecil ke plastik ukuran perempat kilo. Karena sudah banyak berkeringat, hasilnya sedikit.

"Tidak apa-apa," kata San Sumo Kiring. Ia lantas meminta dengan sikap profesional, sebelum membisikkan sesuatu ke dalam plastik pesing itu hingga mengembung, lalu diikat. Ia, dengan jeda tertata berat, memberi petunjuk; nanti kami harus melakukan apa dan bagaimana. Mendengarnya, sikap jantungku jadi gentar. Jujur, aku takut. Ada bayangan serbuan dan ancaman orang-orang yang tak dikenal.

"Jangan takut!" San Sumo Kiring membentak. Ia hisap mata dan rasa cengeng kami. Ia tatap. Tajam, dalam. "Kalian mau desa ini kalah, heh?!"

0 comments

Kuda Emas



Ciasahan, hanya di Ciasahan orang tua dan anak-anak mudah sekali memercayai kisah, baik sejarah ataupun bualan seorang Kakek kepada cucu-cucunya. Kisah bagaikan sesuatu yang turun dari langit, semisal kitab, yang sakral dalam dada setiap masyarakat. Tetapi, kisah ini, bagi anak kecil, adalah kisah paling fenomenal di antara yang lainnya.

Ini menyangkut banyak hal terutama misteri dan materi. Bagaimanapun kampungannya kampungku tetap saja materi selalu dijadikan prioritas, mengapa anak-anak mau menurut pada orang tuanya untuk bersekolah. Padahal jika dipikirkan, terlalu banyak waktu kami yang terbuang hanya untuk diam di kelas, mendengarkan guru berceramah misalnya. Ada banyak hal di kampungku yang sebetulnya sayang sekali dilewatkan, daripada belajar di sekolah tentunya. Sayangnya, anak-anak di kampungku tidak ada yang berani menolak apalagi melanggar perintah orang tua.
Saturday, June 21, 2014 0 comments

Kamu Butuh Menyendiri




Janji seolah ikatan yang tak abadi, karena siapapun bisa lupa, bisa lalai tak menjaga, pun tak mampu lagi untuk menepati. Janji seolah ketakutan bagi mereka yang tak berani mempertahankan sampai akhir. Hanya ada hati yang perlu dilatih lebih kuat, lebih berhati-hati, lebih menjaga yang dicintainya.

Hatiku lebih dulu memilihmu, sebelum kamu mengutarakan rasa. Mungkin sebelum perjumpaan kita, Tuhan sudah merencanakan agar kita saling mencinta. Itu adalah salah satu rahasia-Nya, yang tak pernah bisa diukur dengan logika. Mungkin aku tak sering mengucapkan kalimat ini. Tapi kali ini ingin kubisikan lewat seracik aksara dalam surat yang entah kapan akan kau baca. Aku mencintaimu dan semoga akan selalu begitu. Karena sungguh aku tak bisa mengintip hari esok. Ada batas yang terlalu jauh, yang tak bisa kita tempuh.

0 comments

Kamu menyeretku untuk menulis lebih banyak lagi..

0 comments

Aku-Kamu, satu


Kadang hati merasa lelah bekerja, terlalu banyak apa yg dirasa, terlalu banyak apa yg dipendam. Hingga pada akhirnya dia memilih bungkam. Bungkam dalam tangisan, bungkam dalam tulisan, bungkam dalam deraian air mata, dan bungkam dalam sajak yg tak kunjung menemukan arah jalan pulang..

Seperti yang sudah-sudah, resiko bertemu adalah berpisah. Entah kapan, entah lusa, entah beberapa pekan lagi. Entah bagaimana untuk membuat segalanya baik-baik saja. Karena melangkah, takut membuat segalanya berubah dan mundur pun takut seperti mengabaikan kesempatan yang sudah ditawari. Tapi segala rasa takut hanya mimpi buruk yang bisa kau atasi dengan mempercayai segalanya saat kamu terbangun nanti. 
Friday, June 20, 2014 0 comments

So, live it up.. My friend - OST Taare Zameen Par




A little sweet, a little sour. A little close, not too far.
All l need, all l need.. ..all l need is.. ..to be free.
lt's close enough to touch.. ..but disappears, like a mirage.
Woven of dreams, warm as a sweater.. ..beyond the white clouds.. ..is my world.

Let me in without a shout, let me in, l have a doubt.
There are more, many more, many more like me.
l'm not alone.. ..dream walking, wide-eyed. ..
 
;