Welcome to My Blog!

Terima Kasih sudah berkunjung :)
Thursday, June 19, 2014

Di Museum Keramik

Dan kita tak akan pernah retak bukan? Lantai marmer yang dingin. Sisa sejarah yang terbelah. Ribuan keramik  telah kau beri nama, licin, juga berwarna. Kini aku terjebak di pusara masa lalu, bekas langkah, silsilah para raja  yang tak penuh diingat. Namun keramik-keramik itu tak sepenuhnya luka, yang bermula dari peninggalan  rampasan perang. Selamanya pusara kelabu, waktu yang dungu; juga kerumun manusia yang tak pernah punya tempat untuk sekadar mengadu?



Aku melangkah lagi. Menikmati abad-abad yang sesak, setiap toreh pahat. Setiap sudut keramik yang terjerat, di  gigir waktu. Meskipun aku tak sempat menikmati setiap cermin wajahmu yang terasa beku. Menjelma suara-suara  silam yang bergema di punggung kota. Hanya ada sayup yang dingin, gumam yang gigil, dan berkas cahaya terasa buram. Memanjati tubuhku. Namun kau terus mencatat, berharap tak ada tahun-tahun yang alpa di kepalamu.

0 comments:

Post a Comment

 
;