Welcome to My Blog!

Terima Kasih sudah berkunjung :)
Tuesday, December 11, 2018 0 comments

Kisah Kau ABADI

"Jika menulis adalah memahat peradaban, akan ku tulis cerita dan kau sebagai satu-satu pemeran. Agar sejarah hebat tentang kau terkurasi. Bagaimana intrik busuk terbiasa di kagumi."


Machboub, 25/8/2018 
Tuesday, March 1, 2016 0 comments

Sepotong Senja Untuk Pacarku



Alina tercinta,

Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?

Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.

Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata.

Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.

Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina.
0 comments

Jangan jadi seperti aku, kak :)

Temen-temen tau beo?

Ya.. burung pintar yang dapat menirukan suara. Dan beo cenderung senang untuk berkicau lama dengan suara nyaring. Nah apa jadinya bila kita berdoa seperti beo. Rajin sih ibadanya. Doanya pun tak pernah terlewatkan. Hanya saja, karena sudah khatam doa2nya kadang kita hanya sekedar mengucakan tanpa memaknai.

Mulut kita terus menerus menyebut asma Allah SWT, meminta, memohon dengan segala rangkaian kata yang indah. Tapi hati kita diam, hati kita tidak merasakan nyawa dalam doa tersebut.  Bukankah Allah SWT memerintahkan untuk berdoa seolah2 sedang berkhalwat dengan Alah SWT saking harus khusyu dan ikhlas dari hati. Sehingga setiap kata yang diucap akan menggetarkan hati dan menguatkan iman. 

Rasulullah pun mengajarkan demikian, beliau tidak mencontohkan berdoa dengan suara keras, mengangkat tangan dan berjamaah. Bukan salah, akan tetapi doa yang sebenar2nya doa lebih khidmat jika dilakukan dengan berkhalwat dengan Allah saja lah.

Sungguh, sebaik2nya kalian adalah orang yang merendahkan diri dihadapan Allah SWT. Dan janganlah menjadi beo yang hanya berucap tanpa merasa.
Monday, February 22, 2016 0 comments

Lagu Gelombang




Aku telah bernyanyi untukmu
Tapi kau tidak juga menari
Aku telah menangis di depanmu
Tapi kau tidak juga mengerti
Haruskah aku menangis sambil bernyanyi

Haruskah seluruh nilai terabaikan
Agar kau bisa menari dan mengerti
Atau haruskah cerita itu terulang
Agar aku bisa menangis dan bernyanyi
Haruskah tarianku lebih vulgar
Agar kau bisa memahami
Atau haruskah aku berteriak
Agar kembali menjadi manusia tak tau diri

Haruskah aku berdiam diri
Agar tarianku tersembunyikan
Ataukah harus aku berontak
Agar kau bisa melihat tarianku
Haruskah aku memaksa
Agar kau merasa terdesak
Ataukah harus aku mematung
Agar kau tak merasa tersudut

Haruskah aku menghilang
Agar kau tak merasakan beban
Ataukah harus aku pergi
Agar kau tak perlu mengilangkan diri
Haruskah aku..
Harusnya aku menyadari
Kau tak butuh nyanyian dan tangisan
Harusnya aku pahami
Kau tak ingin diberi nyanyian dan tangis
Harusnya aku mengerti
Kau tak ingin menari atau mengerti

Harusnya aku..
Harus aku kembalikan kesadaran
Bahwa aku tak bisa untuk tidak
Bernyanyi dan menari
Harus aku tak kembalikan kesadaran
Bahwa aku tak bisa untuk tidak
Meluapkan nyanyian dan tangisan
Harus..
Harusnya arus ini mengalir
Namun ia tak peduli
Pusarannya terlalu kuat
Melingkar-lingkar di dalam buntu
Menjambak harga dari sebuah nilai

-Kahlil Gibran-
In memories of 21th February 2016
When someone read this poem in front of us in tears
The first time we ever saw him cry
Tuesday, February 16, 2016 0 comments

Jeremy Drew a Monster


Jeremy lived on a top floor about three story apartment building (^_^))
Monday, February 15, 2016 0 comments

Ping Pong Ping Pong


Di sela-sela kebetean ngerjain TA, terciptalah video-video pendek yang sangat sangat ngga jelas. Ini Video edisi satu :p
Thursday, February 4, 2016 0 comments

Februari

Cinta adalah rasa
yang kuucap dalam setiap desah
dan cuaca
tak sampai-sampai getarnya padamu

Setiap hari embun meneteskan kesetiaannya pada pagi
seperti aku yang tak pernah berhenti menari
dalam mimpi tentangmu
dan jatuh

Maka kutanyakan pada mungkin,
ia memandangku dengan mata kaca,
mengecup luka dan berkata.
“Pergi dan pakailah kerudung airmatamu,
sebab tak ada tempat untuk cinta di sini."
 
;