Kau bilang, Senyum adalah garis lengkung yang dapat
meluruskan banyak hal, Leon juga bilang, Kamu senyum dong, kalau kamu
tersenyum, satu masalah di hidupmu akan hilang.
Sesederhana itukah?
Benar Putri.. sesederhana
itu..
Kalau begitu ajarkan aku untuk selalu tersenyum, hanya
senyum kan? Tak peduli betapa pun kacau balaunya suasana hati aku hanya perlu
tersenyum. Tidak sulit. Senyum.. senyum.. senyum.. :)
Hey tunggu! Mengapa rasanya menjadi demikian ganjil? Ada sesuatu
yang kian memaksa keluar di sudut mataku, panas.. dan perlahan pemandangan
disekelilingku berangsur kabur. Apa ini? Siapa dia? Yang begitu bengalnya
memaksa turun bahkan melewati garis lengkung di wajahku yang tengah berseri
indah. Indah? Haha pasti sangat indah dan dramatis jika kalian menyaksikan
wajahku saat ini, tersenyum lebar.. lebar sekali dihiasi kristal-kristal bening
yang mulai menganak sungai.
Oh dewa Neptunus,
hukumlah orang yang demikian tega hingga membuat gadis ini menangis..
Teriakan Spongebob di kejauhan jelas terdengar melengking di
telingaku. Yang mengubah garis lengkung itu menjadi tawa. Masih ada spongebob
disana, di bikini bottom, di rumah nanasnya, ia pasti tengah mendoakanku,
mengutuk siapa saja orang yang mesti bertanggung jawab atas prilakunya yang
tulus mencipta aliran sungai diwajahku.
Spongebob hebat! Ia dengan usahanya berhasil mengubah
senyumku menjadi tawa.
Oh uangku, pergilah ke
kamar gadis yang tengah dirundung duka tersebut, tangisannya menggetarkan
dinding-dinding krusty krabb..
Unbelievable! Sungguh tidak dapat dipercaya! Bukan hanya
spongebob yang peduli padaku, Mister Krab? Si kaya yang terkenal tamaknya dan
sangat tergila-gila dengan uang rela mengirimkan kekasihnya padaku?
Seperti
sang penyair bilang, “Tak perlulah sedu sedan itu..”
Oh Mirror, mirror on the wall..
Pantas saja Narcissus rela menghabiskan sepanjang hidupnya
demi memandangimu, aku pun demikian.
Kerana tak terlukiskan indahnya kala menyaksikan wajahmu, “Tertawa
sambil menangis..”
Satu masalah terselesaikan!


0 comments:
Post a Comment