Welcome to My Blog!

Terima Kasih sudah berkunjung :)
Tuesday, March 1, 2016 0 comments

Sepotong Senja Untuk Pacarku



Alina tercinta,

Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?

Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.

Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata.

Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.

Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina.
0 comments

Jangan jadi seperti aku, kak :)

Temen-temen tau beo?

Ya.. burung pintar yang dapat menirukan suara. Dan beo cenderung senang untuk berkicau lama dengan suara nyaring. Nah apa jadinya bila kita berdoa seperti beo. Rajin sih ibadanya. Doanya pun tak pernah terlewatkan. Hanya saja, karena sudah khatam doa2nya kadang kita hanya sekedar mengucakan tanpa memaknai.

Mulut kita terus menerus menyebut asma Allah SWT, meminta, memohon dengan segala rangkaian kata yang indah. Tapi hati kita diam, hati kita tidak merasakan nyawa dalam doa tersebut.  Bukankah Allah SWT memerintahkan untuk berdoa seolah2 sedang berkhalwat dengan Alah SWT saking harus khusyu dan ikhlas dari hati. Sehingga setiap kata yang diucap akan menggetarkan hati dan menguatkan iman. 

Rasulullah pun mengajarkan demikian, beliau tidak mencontohkan berdoa dengan suara keras, mengangkat tangan dan berjamaah. Bukan salah, akan tetapi doa yang sebenar2nya doa lebih khidmat jika dilakukan dengan berkhalwat dengan Allah saja lah.

Sungguh, sebaik2nya kalian adalah orang yang merendahkan diri dihadapan Allah SWT. Dan janganlah menjadi beo yang hanya berucap tanpa merasa.
 
;