Temen-temen tau beo?
Ya.. burung pintar yang dapat menirukan suara. Dan beo
cenderung senang untuk berkicau lama dengan suara nyaring. Nah apa jadinya bila
kita berdoa seperti beo. Rajin sih ibadanya. Doanya pun tak pernah terlewatkan.
Hanya saja, karena sudah khatam doa2nya kadang kita hanya sekedar mengucakan
tanpa memaknai.
Mulut kita terus menerus menyebut asma Allah SWT, meminta,
memohon dengan segala rangkaian kata yang indah. Tapi hati kita diam, hati kita
tidak merasakan nyawa dalam doa tersebut.
Bukankah Allah SWT memerintahkan untuk berdoa seolah2 sedang berkhalwat
dengan Alah SWT saking harus khusyu dan ikhlas dari hati. Sehingga setiap kata
yang diucap akan menggetarkan hati dan menguatkan iman.
Rasulullah pun
mengajarkan demikian, beliau tidak mencontohkan berdoa dengan suara keras,
mengangkat tangan dan berjamaah. Bukan salah, akan tetapi doa yang sebenar2nya
doa lebih khidmat jika dilakukan dengan berkhalwat dengan Allah saja lah.
Sungguh, sebaik2nya kalian adalah orang yang merendahkan
diri dihadapan Allah SWT. Dan janganlah menjadi beo yang hanya berucap tanpa
merasa.

0 comments:
Post a Comment